Paperless school. Lux, fix, and no global warming

Penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Padahal untuk beberapa pabrik kertas masih menggunakan kayu seagai bahan utamanya. Di sini saya berikan link tentang penjelasan salah satu proses pembuatan kertas (pulp).

http://informasisurabaya.com/uas-online-paperless-pertama-di-indonesia-2/

Begitu rumitnya dari kayu di hutan sampai kertas yang kita pakai, dan bayangkan jika sebuah pohon akan menghasilkan 805/5 x 500 atau 80.500 lembar kertas (Berapakah Berat Bumi, pg. xx). Nah kita implementasikan pengetahuan ini dalam kehidupan perkuliahan s1. Untuk skrpisi saja kita hampir dapat dipastikan minimal 2 rim kertas dapat kita habiskan atau sama dengan 1000 lembar, kemudian untuk kehidupan sehari-hari dalam pembelajaran dalam satu tahun kita asumsikan menggunakan 1 rim kertas untuk mengerjakan tugas, menulis catatan, dsb. Jika kita berkuliah dalam 4 tahun maka kita dapat menggunakan sampai 2000 lembar kertas minimal dalam empat tahun. Jadi total kertas yang digunakan mahasiswa s1 semasa kuliahnya adalah 3000 lembar atau paling tidak 1 pohon digunakan untuk melayani 9 penggunaan kertas seorang mahasiswa dalam kuliahnya s1.

Sebagai generasi baru, paperless dalam semua lini kehidupan dapat menjadi tantangan tersendiri. Penggunaanya yang terkesan mewah karena kita harus menggunakan gadget kita dalam mengaplikasikannya. Selain itu data yang telah tersimpan dapat kita edit sebelumnya itu pun akan mengurangi penggunaan tinta printer dan tipe-x untuk menghapusnya. Dan yang jelas, kita salah satu manusia Indonesia yang mengurangi kegiatan yang dapat mengakibatkan global warming.

Kegiatan using paper yang dapat di ubah ke paperless

1. Pembagian Materi Kuliah

Dosen tidak perlu fotokopi tugas ataupun materi untuk dibagikan ke mahasiswanya tapi dapat menggunakan media sosial seperti FB, twitter atau dengan mailling list. Karena dengan media tersebut mahasiswa dapat mengaksesnya dengan cepat. Demikian halnya dengan pengiriman tugas dari mahasiswa. Mahasiswa dapat mengirimkan tugasnya denganemail yang mereka masing-masing punyai.

2. Penyimpanan data mahasiswa

Dengan berbagai aplikasi yang software house sediakan dapat menyimpan masukan informasi data mahasiswa sehingga tidak memerlukan print outnya.

3. Pemilihan Presiden Mahasiswa

Sebenarnya kita tidak perlu membuat kertas yang bergambarkan mahasiswa calon presiden mahasiswa tetapi dengan aplikasi yang disediakan untuk pemilu tersebut. Dimana dapat diakses secara online dengan input NIM sebagai unique nya.

4. Borang Akreditasi

Seharusnya semua file laporan tentang akreditasi yang sedang dilakukan universitas dapat disimpan sebagai soft file sehingga memudahkan pihak penilai. Tetapi pihak penilaipun juga harus canggih dalam menilainya, agar tidak kecolongan dengan file yang direkayasa.

Oleh karena itu, himbauan ini kami berikan terhadap semua rakyat Indonesia. Paling tidak dengan mendukung program paperless school ini kita mengurangi penebangan liar di hutan kita, hutan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s