Korban Tawuran SMA 70 vs SMA 6 Jakarta, Haruskah “saya mati” baru kalian debatkan?

Haruskah “saya mati” baru kalian debatkan?

Mungkin itu yang Alm. Alawi katakan pada debaters yang terlambat memikirkan dan mendebatkan masalah tawuran ini. Ilwan adalah korban meninggal dari tawuran antara SMA 70 vs SMA 6 Jakarta Senin, 24 September 2012 akibat luka tusuk padanya. Tawuran itu dimulai setelah duhur, dan uniknya salah seorang tukang parkir yang berada dekat di lokasi tawuran mengatakan kepada wartawan SCTV bahwa memang sudah biasa kedua sekolah tersebut terlibat tawuran. Dalam 2 tahun terakhir tawuran antar keduanya sudah 4 kali terjadi. Juni dan September 2011, Mei 2012 dan yang terakhir bulan ini.

Pertanyaannya adalah, sejauhmana peran negara Indonesia mengenai masalah ini. Pasalnya mengapa harus ada korban terlebih dahulu baru pemerintah turun tangan padahal akhir-akhir ini juga banyak terjadi tawuran antar pelajar. Penulis maupun masyarakat awam lain pasti berpikir bahwa pemerintah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta tidak berusaha menyelesaikan hal ini sebelumnya.

an dan pemeliharaan moral siswa, karena di sekolah semua ilmu dipelajari tak terkecuali pendidikan moral. Adanya mata pelajaran PPKn serasa tidak ada gunanya dalam pengembangaan kepribadian siswa. Mungkin dinas tersebut hanya memikirkan keintelekan guru dan murid untuk menunjukkan seberapa dapat bersaingnya sekolah mereka dengan sekolah lain tanpa memikirkan kebutuhan dan pengembangan moral sang murid. PPKn dan Pendidikan Agama bukanlah mata pelajaran yang menantang untuk siswa tidak seperti matematika bahasa Inggris dsb. Siswa akan lebih malu tidak bisa membaca Al-Qur’an daripada tidak bisa membaca kalimat in English.

Solusi dari permasalahan tersebut sudah banyak diterbitkan, mulai dari relokasi sekolah, pelibatan TNI dalam mendidik siswa-siswa SMA tersebut, dan meambah ekstrakurikuler dimana dimaksudkan agar siswa berpikiran positif terhadap kesibukan tersebut. Tapi, apakah cukup hanya dengan itu???

Saya kira tidak, harus ada solusi mendasar untuk merubah moral penerus bangsa ini. Jika masalah ini terus dibiarkan dalam artian pemerintah hanya memikirkan penyelesaiannya sesaat. Peran guru dan perombakan sistem dalam pendidikan untuk menuju pendidikan yang mengutamakan pembaikan kepribadian siswa adalah peran yang sangat penting dimana untuk menuju hal tersebut moral guru juga harus dibenahi terlebih dahulu. Bagaimana tidak? Saat ini banyak juga guru yang bermoral be*** dalam perlakuannya terhadap siswa, entah itu pencabulan, kekerasan, dsb.

Indonesia butuh sosok manusia yang bermoral dan cerdas, bukan sosok yag hanya berintelektual tinggi. Dan harusnya ini juga menjadi salah satu PR dari gubernur terpilih Jokowi-Basuki untuk lebih dipelajari dan diselesaikan untuk mendapatkan nilai yang bagus dan bertanggung-jawab.

2 thoughts on “Korban Tawuran SMA 70 vs SMA 6 Jakarta, Haruskah “saya mati” baru kalian debatkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s