My wife?? She has to make me, better and stronger…..

Yup, malam ini ku coba untuk memberanikan diri posting mengenai suatu hal yang membuat galau pikiran di sela kuliah dan kerjaku beberapa waktu dekat ini. Dimulai dengan pernikahan adek tingkatku selagi kuliah s1, dia adalah Ketua Bidang 1 (Keislaman) sebuah organisasi program studi di saat aku menjadi ketuanya. Perawakannya kecil, tapi cara dia berpikir, cara dia mengambil keputusan itu yang membuatku merinding, terutama ketika mendengar dia mengambil “keputusan besar” itu. Ya, dia memberanikan diri menikah di muda usianya dan tepatnya di sela ujian tengah semester yang dihadapinya.

Di sela pertemananku dengan seorang akhwat, dia memberikan wejangan tentang bab ini. Disuruhlah aku untuk mengakhiri masa lajangku dengan memilih benar-benar wanita yang tepat, yang bisa menyempurnakan hidup dan kehidupanku. Memilih wanita yang akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku kelak. 

“Jadi, harusnya cowo tuh, mencari ibu yang baik untuk anaknya nanti. Jadi kamu tu harus memilih calon ibu yang baik, yang bias memberikan perubahan terhadap kehidupanmu ke arah yang lebih baik, jadi jangan sampai sembarangan kamu milih calon istrimu nanti”, wejangnya kepadaku.

“Pokoknya yang akan harus mendampingimu kelak adalah orang yang bisa membuat dirimu menjadi sekuat-kuatnya dan sebaik-baiknya dirimu, be better and stronger of you”, tambahnya.

Memang benar, Allah telah menuliskan siapa pemilik 10 jari tangan yang akan menyela jari-jari kita dan akan menyempurnakan setengah dari agama kita. Pertanyaannya adalah siapa dan jenis seperti apa yang telah Allah tulis. Kadang setelah membaca salah satu ayat mengenai ini, tepatnya Q.S. An-Nuur ayat 26.

Allah berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”.

Pada intinya, suami atau istri kita nanti adalah cerminan dari diri kita. Tapi, wejangan kawanku tadi membisikkan keharusan bahwa I have to be better.  Entah apa yang kutulis ini, mungkin semacam curhatan kegalauan, juga mungkin semacam saran buat kita menghadapi “keputusan besar” itu. Sebelum yang benar-benar halal akan menyela jari-jari kita dengan halus jari-jarinya.

Akankah jari-jari tangan itu hanya berjajar di pinggir jalan dan siapa yang minat tinggal menyelanya kemudian membawanya ke pelaminan ataukah jari-jari itu berjajar di sela batu karang, di dalam laut, indah, dan menarik. Pastiya, butuh perjuangan, butuh keterampilan, butuh syarat yang berkriteria tinggi untuk mengambilnya?

Entah lah, semoga Allah mendekatkan kita dengan doa-doa kita, menggantinya dengan yang lebih baik, atau pun menundanya untuk yang lebih sempurna.

4 thoughts on “My wife?? She has to make me, better and stronger…..

  1. dzilbarr46 berkata:

    untuk -be better- tntu sja harus mulai dr sendiri… smakin kita mmperbaiki dri.. prcaya ga prcaya nnti akn mndpt kn yg jg sdng mmprbaiki dirinya… -just share….- heheheheeee

    icikiwir…… asekk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s