Berikan jalan, untuk Si Pungguk akan bulan-Mu…

Ku ingin dia yang sempurna
Untuk diriku yang biasa
…………………………….

Ku hanya manusia biasa
Tuhan bantu ku tuk berubah
……………………………

Begitulah sedikit penggalan lagu Sammy Simorangkir berjudul “Dia”. Begitu jelas pengakuan dan perendahan  jiwa dan hatinya tentang pengharapannya terhadap sesuatu yang sempurna. Pun juga si Pungguk, burung kecil itu sedang belajar menapakkan sayapnya, berharap jauh ke seberang, bukan hanya seberang jalan, pulau, tapi seberang planet. Pengharapannya kepada “bulan” hanya menjadi bahan olokan dan akhirnya menjadi peribahasa yang dipakai jutaan orang mengenai penggambaran seseorang yang hanya mustahil tentang pengharapannya terhadap sesuatu.

Seperti si pungguk, aku dan berjuta orang sepertiku pasti berkeinginan sama tentang pengharapan ini. Pengharapan tentang siapa kelak yang akan mendampingi hidup kami selamanya, dunia akhirat. Siapa yang akan menjadi ustadzah dalam griya sekaligus “pesantren keluarga”, milik kami?

Lihat tuh, keyboard laptop aja tau-tau ngetik ‘N G I M P I I I I I’, begitu responsive laptopku ini  tentang pengharapanku. Tut nya tersenyum meremehkan apa yang kutulis. Ambil nafas dalam-dalam, kemudian keluarkan pelan-pelan. Huuuuuh…

Santai men….  Jangan negative thinking dulu tentang pengharapan kita ini. Ayat di bawah ini bukan untuk melemahkan kita tapi harusnya untuk membuat kita lebih bersemangat, menjadi lebih baik.

  “……. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)……………”

 Di sisi lain, kita Allah memberikan penghargaan tersendiri tentang pikiran baik kita.

Nabi bersabda dalam hadits Qudsi:

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Allah bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.”[HR. Turmudzi]

Pertanyaannya apakah si pungguk hanya akan terus mencengkeram dahan pohon yang menjadikannya nyaman, tanpa berpikir atas usahanya terhadap “bulan”? Tentu tidak kan. Dia harus berupaya lebih, mengepakkan kembali sayapnya dan berpikir bahwa I can do it.

Apa yang harus kita lakukan atas pengharapan itu, saya belum berani post kan karena belum teruji pada diri saya. Hanya sebagai motivasi saja, kita punya kesempatan yang sama untuk baik, dan membaikkan diri. Entah atas perantara sesuatu ataupun seseorang, Allah pasti tau apa yang sedang hamba-Nya kerjakan dan tujuankan.

——Posting ini terkreasi sebab cerita rekan 1 kos saya. Keinginannya menikah, terhambat karena “sesuatu” (trus aku kapan???)——-

2 thoughts on “Berikan jalan, untuk Si Pungguk akan bulan-Mu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s