Missing you, Pacitan.

kartun cowo sedih

Hujan, mengalirlah airmu ke sana,
entah kau dari ujung mana,
sampaikanlah rinduku untuknya
Bawalah sepucuk rasa ini ke sudut itu..
sudut dimana keharmonisan keluarga tercipta
yang menjadikanku sebesar, senakal, dan semauku ini.. entah sudah berapa lama ku tak menginjakkan kakiku di teras, hangat kamar itu, birunya dinding kamar mandi serta hangatnya suasananya

Hah, kapan ku mau pulang ke sana, ke Pacitan. Ya, malam ini kegalauanku bukan untuk sang pendamping, tapi untuk keluargaku yang lama sudah tidak kutemui di sana. Suara beliau, Ibuku hanya bisa kudengar by phone saja. Itu pun hanya sekilas, keingintahuanku tentang kabar bliau di sana.

Biar kuobati rinduku dengan posting tentang beberapa tempat yang spektakuler, menurutku, di Pacitan. Kota kecil dimana pernah menjadi labuhan sang presiden saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Sudah berapa kali ku lontarkan kata-kata seperti sales obat, meyakinkan bahwa kotaku ini layak dan sangat menarik untuk dikunjungi. Kepada mereka, teman, kenalan, guru, sampai dosenku. Letaknya yang tak terdeskripsi dengan baik menggambarkan begitu jamaknya keadaan geografis di sana, gunung, batu, sampai pantai pun ada.

Pantai Klayar

seruling laut pantai klayarSeruling itu tak hanya manusia yang bisa membuatnya, adalah Dia Maha Pencipta dengan segala mahakarya-Nya membuat manjadikan batu terkikis air laut. Terlubang dan kemudian menyemburkan air seperti keluaran api dari tungku masakan orang-orang terdahulu disaat air laut menuju ke bawah arahnya.
Beberapa letak diantaranya mengibarkan ombak begitu besar sampai nyawa pun sebagai korban dari keganasannya. Dan mungkin ini juga, sebagai alasan seorang putri yang menggambarkan dirinya sebagai mutiara di dalam karang di dalamnya air laut, untuk memerolehnya butuh sekian pengorbanan. (#lhoh, kog galau lagi…hehehe).
pantai klayarpantai klayarPasirnya yang masih belum banyak terjamah sampah menjadikannya putih dan membentuk cahaya tersendiri untuk pengunjung sebelum dekat dan terlalu menikmatinya. Ingin rasanya berteriak sekeras mungkin meluapkan “masalah” ini tanpa sedikitpun orang yang tau. Bukan seperti pohon-pohon kelapa itu yang hanya terdiam seperti penjaga pantai tersebut.

Pesonanya, sewarna hidupku. Goa Gong.

gong cave, goa gong

Efek baik beraneka ragamnya keadaan geografis kota ini menjadikan Pacitan tidak hanya kaya akan ‘gambar’ pantai nya tetapi juga mempunyai pesona lain melalui gunung dan bebatuan di dalamnya. Terlalu biasa untuk orang yang telah banyak mengunjungi nya, dan ini merujuk lagi ke seorang putri, yang akan terlalu biasa ‘dinikmati’ jika terlalu banyak dikunjungi. Bukan seperti seseorang yang sekali melihat dan menjadikannya seumur hidup.
gong cave pacitan, pacitan, goa gongBau basa yang dulu kucoba nikmati, dengan hanya penerang seadanya sekarang seperti seakan lupa, apa di dalamnya. Telah terhiasi begitu banyak lampu berwarna dan beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya di luar. Ah, tapi tetap saja. Itu kebanggaan ku, kebanggan kota kami.

Banyak sebenarnya yang harus ku ceritakan 22 tahun kehidupanku di sana. Jika ini blog tentang profil Pacitan, pasti sudah kuceritakan semua. Tapi, 2 itu mungkin sudah mewakili cukup tentang apa yang membuatku mengenangnya, di luar rinduku pada keluargaku. Kakek, bapak, ibu, mas, mbak ipar, dan Bintang, keponakanku. I miss u

2 thoughts on “Missing you, Pacitan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s