Di balik terhapusnya RSBI

Hah, akhir nya sempat juga nulis lagi dan posted di sini setelah sekian lama. Mencoba mengulik sisi lain keputusan yang telah MK (Mahkamah Konstitusi) keluarkan. Kaget juga sih, gimana engga. Ya walaupun sebagai guru PPL (Program Pegenalan Lapangan), saya juga pernah sedikit mencicipi “aroma” yang RSBI berikan. Mahal, berbahasa Inggris, dan Lux.

20130109penghapusan-rsbi1Terlalu membanggakan diri dan sangat tidak bijaksana jika kita mencerca apa yang telah diusahakan begitu banyak orang tentang pengadaan RSBI ini. Beliau-beliau mungkin berpikir hanya satu, menjadikan pendidikan Indonesia yeng berkualitas. Nah, bukan tentang RSBI nya yang akan saya bahas di sini tapi lebih ke bagaimana bisa RSBI terhapuskan oleh keputusan MK. Apa saja yang menjadi kedudukan, kewenangan, dan kewajiban Mahkamah Konstitusi ini dan bagaimana cerita di balik penghapusan RSBI di Indonesia?

Kedudukan
Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan pengadilan guna menegakkan hukum dan keadilan

Kewenangan
Mahkamah Konstitusi RI mempunyai 4 (empat) kewenangan dan 1 (satu) kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk:

  1. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  2. Memutus Sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  3. Memutus pembubaran partai politik, dan
  4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

Kewajiban
Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga:

  1. Telah melakukan pelanggaran hukum berupa: a. penghianatan terhadap negara; b. korupsi; c. penyuapan; d. tindak pidana lainnya;
  2. atau perbuatan tercela, dan/atau
  3. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dan ada apakah dengan RSBI yang menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh penting dibentuk untuk memfasilitasi siswa-siswa pintar dengan kemampuan akademis tinggi, dimana siswa pintar ini tidak akan maksimal belajar jika dikumpulkan bersama siswa-siswa lain yang biasa-biasa saja dengan fasilitas belajar seadanya?

Dari beberapa yang telah saya kumpulkan, cie kayak detektif aje ya.. Saya kutip dari sini, Deputi Direktur Bidang Pembelaan Hukum untuk Keadilan ELSAM, Wahyu Wagiman, yang menjadi pengacara untuk gugatan RSBI,  mengatakan, latar belakang gugatan ini adalah:

Pertama, diskriminasi yang dilakukan negara terhadap warganya. Negara berkewajiban menyediakan pendidikan untuk seluruh warga negara, tidak peduli kaya atau miskin, tanpa melihat golongan ataupun wilayahnya. Sementara itu, sekolah-sekolah berlabel RSBI atau SBI hanya memfasilitasi siswa dari kalangan berpunya, dengan secara langsung ataupun tidak, memutus akses bagi siswa miskin untuk memperoleh fasilitas yang sama.

Selain itu, ada diskriminasi di bidang anggaran. Pemerintah memperlakukan secara berbeda antara sekolah RSBI/SBI dan sekolah umum biasa. Sekolah RSBI/SBI mendapat gelontoran dana besar melalui mekanisme block grant selain dana BOS yang memang diberikan kepada setiap sekolah. Padahal, kewajiban negara adalah menyiapkan anggaran yang cukup untuk semua sekolah, tanpa diskriminasi.

Dari situlah MK mungkin memelajari masalah tersebut kemudian memutuskan apa yang terbaik atasnya. MK juga menilai RSBI menimbulkan dualisme pendidikan. Ketua MK Mahfud M. D. mengatakan bahwa ini merupakan bentuk baru liberalisasi dan berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan diskriminasi adanya biaya yang mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s