Mengapa bisa lupa?

Yuf6q3Sl0O

Profesional, yah itu yang terlintas saat pertama kali mendengar seorang wasit sepak bola. Pengadil lapangan sekelas Liga Teratas Inggris ini Mark Clattenburg menjadi wasit utama di laga pertandingan ternyata lupa membawa kartu, ia baru tersadar saat akan memberikan kartu kepada salah satu pemain Reading, Danny Guthrie. Ini mungkin salah satu hal terkonyol yang terjadi di dunia sepak bola. Menarik untuk kita bahas, mengapa manusia bisa lupa? Bahkan mungkin kita sering mengalaminya, entah karena kita terlalu selektif terhadap apa yang kita ingat, tapi secara logika semua hal yang pernah kita lewati merupakan data yang telah otomatis tersimpan di memori otak kita.

Otak kita penuh dengan banyak kenangan bahwa kita telah terbangun selama seumur hidup. Kenangan ini berkisar dari yang berat dan mendalam (siapa aku dan bagaimana aku sampai di sini?) Sampai yang paling sepele (plat dari mobil di lampu merah). Ingatan yang sangat sempurna tersimpan dalam memori adalah mampu mengingat banyak informasi ketika kita berada di tempat yang pertama kali kita kunjungi.

2 Jenis Memori Otak

mengapa kita lupa

Dalam beberapa dekade terakhir, psikolog kognitif telah menentukan bahwa ada dua sistem memori utama dalam pikiran manusia: jangka pendek dan memori jangka panjang yang dapat menyimpan sejumlah besar informasi yang diperoleh melalui seumur hidup pikiran dan pengalaman. Kedua sistem memori juga dianggap berbeda dalam tingkat detail yang mereka berikan: memori jangka pendek memberikan detail yang tajam tentang beberapa hal yang saat ini kita pikirkan, sedangkan memori jangka panjang memberikan gambaran yang lebih fuzzy (samar) tentang banyak hal yang berbeda yang telah kita lihat atau berpengalaman. Artinya, meskipun kita dapat menyimpan banyak hal dalam memori jangka panjang, rincian memori tidak selalu sejernih kristal dan sering terbatas hanya inti dari apa yang kita lihat atau apa yang terjadi.

Sebuah studi baru-baru ini diterbitkan oleh Timothy F. Brady, seorang neuroscientist kognitif di Massachusetts Institute of Technology menunjukkan bahwa kenangan jangka panjang mungkin tidak hampir sama. Dalam pekerjaan mereka, para peneliti meminta subjek untuk mencoba mengingat 3.000 gambar umum benda-termasuk barang-barang seperti ransel, remote kontrol dan toaster-yang dihadirkan satu per satu untuk hanya beberapa detik setiap. Pada akhir fase ini melihat, para peneliti menguji memori untuk setiap objek dengan menunjukkan dua benda dan menanyakan mana yang telah mereka lihat sebelumnya. Tidak mengherankan, subjek yang sangat baik (lebih dari 90 persen benar) meskipun ada ribuan benda untuk diingat. Ini tingkat keberhasilan yang tinggi membuktikan kemampuan penyimpanan yang besar dari memori jangka panjang. Apa yang paling mengejutkan, bagaimanapun, adalah tingkat detail yang menakjubkan.

Pada dasarnya Allah telah menjadikan manusia dengan segala kecerdasannya termasuk sistematika bagaimana manusia dapat mengingat hal-hal yang penting ataupun mengabaikan hal yang menurutnya tidak penting. Memori jangka pendek terjadi semisal terjadi banyak kejadian pada Anda di waktu yang bersamaan, seperti Anda meletakkan dompet di atas almari (bukan tempat biasanya), disaat teman Anda sedang curhat, dan televise sedang menyiarkan acara favorit Anda. Nah, ini tergantung bagaimana Anda menjadikan ketiga hal tersebut menjadi sebuah urutan dari yang terpenting sampai sebaliknya. Jika Anda menganggap curhatan kawan Anda adalah yang sangat penting, maka aktivitas Anda melihat TV dan meletakkan dompet di atas almari akan terabaikan di kemudian hari. Boleh jadi Anda akan kebingungan untuk mencari dompet yang Anda letakkan di atas almari. Boleh jadi juga acata TV favorit Anda tidak membekas sedikitpun di ingatan Anda.

Memori jangka panjang menyediakan penyimpanan dan penyajian yang lebih dalam pengetahuan dan pengalaman yang telah berlalu tetapi sering dengan kurang rinci dideskripsikan. Namun, beberapa studi telah menemukan bahwa memori jangka panjang dapat mempertahankan detail jumlah yang mengejutkan [sumber: Vogel dan Drew]. Namun, memori detail kita mungkin hanya muncul ketika kita ditantang untuk melakukannya – misalnya, dengan ditunjukkan dua benda yang sangat mirip dan bertanya mana yang tampaknya akrab. Dengan cara itu, mungkin tidak selalu dapat mengingat informasi melainkan mengaksesnya dari bantuan tersebut. Kita tahu dari pengalaman sehari-hari bahwa kenangan dapat muncul dengan cara yang mengejutkan, kadang-kadang dalam menanggapi rangsangan yang tak terduga, jadi jika Anda berpikir Anda lupa sesuatu, itu mungkin masih ada, menunggu isyarat yang tepat.

Apa yang terjadi pada Mark Clattenburg boleh jadi dia mengalami beberapa kejadian di saat yang bersamaan dengan kegiatannya berkaitan dengan kartu. Karna sesuai penjelasan di atas, kegiatan Mark Clattenburg dengan kartunya tidak mungkin terjadi belasan tahun yang lalu, mungkin hanya 20-30 menit sebelum pertandingan dimulai. Untuk kita, bagaimana tips agar tidak gampang melupakan sesuatu adalah jangan multi tasking ketika mengerjakan sesuatu. Jangan seperti OS pada laptop Anda yang bisa mengerjakan beberapa tugas bersamaan karena anugerah Allah ini terbatas, maka dengan kecerdasannya manusia menciptakan computer yang bisa multi tasking, bisa membantunya di segala aktivitas.

 http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=why-do-we-forget-things

2 thoughts on “Mengapa bisa lupa?

  1. Dyah Fajar Nur berkata:

    Berasa tersindir karena selektif dalam mengingat..😀
    tapi aku gak multitasking kok,buktinya aku gak bisa dengerin orang cerita sambil sms-an *kaya yang nulis artikel ini.. :p*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s