Sensor Ponsel???

Sensor SmartphoneSmartphone saat ini tidak hanya digunakan sebagai perangkat komunikasi saja tetapi juga ditanamkan beberapa sensor, seperti accelerometer, kompas digital, giroskop, GPS, mikrofon, dan kamera. Sensor-sensor tersebut memungkinkan sebuah ponsel memunculkan fasilitas aplikasi di beberapa bidang strategis yang dibutuhkan manusia. Sampai saat ini kita bisa menemukan aplikasi sensor ponsel tersebut pada bidang kesehatan, jaringan sosial, keamanan, pengenalan lingkungan, transportasi, dan menimbulkan sebuah bidang baru di dunia penelitan yang disebut mobile phone sensing. Hingga penelitian tentang pengenalan aktivitas manusia dimana aktivitas-aktivitas manusia seperti (misalnya, berjalan, mengemudi, duduk, berbicara) diklasifikasikan dan dimonitor sehingga memerlukan perangkat mobile khusus (misalnya, Mobile Sensing Platform [MSP]).

Pada awalnya aplikasi ponsel tersebut mewajibkan pengguna untuk mendownload dan menginstalnya secara manual sehingga muncullah beberapa penelitian untuk mengevaluasi pengguna aplikasi tersebut namun sebatas skala kecil karena keterbatasan dana dan kompleksitas data. Semua itu berubah setelah adanya kemajuan teknologi. Ketersediaan sensor yang murah, terbukanya smartphone dan kebebasannya untuk di program ulang, tersedianya application store yang memungkinkan masing-masing pengembang untuk memberikan hasil karyanya,  adanya mobile cloud computing memungkinkan pengembang untuk membongkar mobile service menjadi back-end server. Kombinasi keempatnya mambuka pintu untuk penelitian baru yang inovatif dan terarah pada pengembangan aplikasi sensor yang mungkin merevolusi sejumlah sektor usaha yang ada dan pada akhirnya secara signifikan mempengaruhi kehidupan penulis sehari-hari. Sehingga muncullah beberapa pertanyaan bagaimana agar visi ini berubah menjadi kenyataan. Sebagai contoh, berapa banyak kecerdasan kita yang bisa dimasukkan ke sebuah telepon tanpa membahayakan pengalaman bertelepon itu sendiri? Terobosan apa yang diperlukan untuk melakukan klasifikasi yang akurat dalam kegiatan dan konteks di alam luar? Bagaimana kita memberi skala sebuah aplikasi sensor dari seseorang ke sebuah komunitas target atau bahkan masyarakat umum? Bagaimana penulis dapat memanfaatkan ketersediaan data yang besar yang disajikan oleh aplikasi tetapi membangun sistem kedap yang melindungi privasi pribadi? Sementara di bidang penelitian baru seperti jaringan sensor nirkabel, pervasive computing, machine learning, dan data mining menyajikan tantangan baru yang tidak diperhatikan oleh masyarakat.

SENSOR

Ponsel yang telah dilengkapi kemampuan komputasi dan fungsionalitas kaya sering disandingkan dengan pemasangan sebuah sensor di dalamnya. Misalnya penggunaan accelerometer yang menjadi umum setelah awalnya dikenalkan hanya untuk meningkatkan user interface dan penggunaan kamera. Sensor tersebut digunakan untuk menyesuaikan orientasi layar ponsel yang sedang dipegang pengguna, landscape atau portrait. Sensor ponsel termasuk giroskop, kompas, accelerometer, sensor jarak, dan sensor cahaya, serta beberapa perangkat konvensional lainnya yang dapat digunakan untuk merasakan seperti kamera depan dan belakang, mikrofon, GPS dan WiFi, dan radio Bluetooth.

Sensor kedekatan dan sensor cahaya memungkinkan ponsel untuk melakukan pengenalan bentuk-bentuk sederhana yang berhubungan dengan antarmuka pengguna. Sensor kedekatan tersebut bekerja ketika pengguna mengangkat telfon ke muka untuk berbicara. Pada kasus ini layar sentuh tidak bekerja dan tombol dinonaktifkan, mencegah ketidak sengajaan penekanan serta penghematan daya. Sensor cahaya yang digunakan untuk mengatur kecerahan layar. GPS, yang memungkinkan ponsel untuk melokalisasi sendiri, memungkinkan aplikasi berbasis lokasi baru seperti pencarian lokal, jaringan sosial mobile, dan navigasi. Kompas dan giroskop menjadikan telepon meningkatkan kesadaran posisinya dalam kaitannya dengan dunia fisik (misalnya, arah dan orientasi). Sensor ini juga berpeluang untuk mengumpulkan data tentang orang-orang dan lingkungan mereka. Sebagai contoh, data accelerometer dapat dimanfaatkan untuk mencirikan gerakan fisik pengguna membawa ponsel. Pola yang berbeda dalam data accelerometer dapat dimanfaatkan untuk secara otomatis mengenali kegiatan yang berbeda (misalnya, berlari, berjalan, berdiri).

Kamera dan mikrofon adalah sensor yang kuat. Ini mungkin sensor yang paling banyak ditemui di planet ini. Dengan terus mengumpulkan audio dari mikrofon telepon, mungkin untuk mengklasifikasikan beragam rangkaian suara khas yang berhubungan dengan konteks tertentu atau kegiatan dalam kehidupan seseorang, seperti menggunakan automatic teller machine (ATM), berada di coffee shop tertentu, sedang bercakap-cakap, mendengarkan musik, membuat kopi, dan mengemudi. Kamera pada ponsel bisa digunakan untuk banyak hal, termasuk tugas-tugas tradisional seperti foto blogging sampai kegiatan penginderaan lebih khusus seperti pelacakan gerakan mata pengguna di layar ponsel sebagai alat untuk mengaktifkan aplikasi yang menggunakan kamera depan telepon. Kombinasi data accelerometer dan aliran perkiraan lokasi dari GPS dapat mengenali modus transportasi dari pengguna, seperti menggunakan sepeda atau mobil atau naik bus atau kereta bawah tanah.

Semakin banyak sensor yang dimasukkan ke dalam ponsel ada sebuah pertanyaan yang menarik, sensor baru apakah cenderung penulis akan pakai selama beberapa tahun ke depan? Perangkat non-telepon berbasis penginderaan mobile seperti Intel/University of Washington, Mobile Sensing Platform (MSP) telah menunjukkan nilai dalam penggunaan sensor lain yang tidak ditemukan di ponsel saat ini (misalnya, barometer, suhu, sensor kelembaban) untuk pengenalan kegiatan, misalnya, accelerometer dan barometer membuatnya mudah untuk mengidentifikasi tidak hanya ketika seseorang berjalan, tetapi ketika mereka naik tangga dan ke arah mana. Peneliti lain telah mempelajari kualitas udara dan polusi menggunakan sensor khusus tertanam di ponsel.

Sensor lain yang telah tertanam dalam earphone ponsel standar untuk membaca tekanan darah seseorang. Pada tahap ini terlalu dini untuk mengatakan sensor baru apa yang akan ditambahkan ke smartphone generasi berikutnya, tetapi jika melihat turunnya faktor biaya dan bentuk, penulis cenderung melihat sensor akan bertambah.

ACCELEROMETER

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebanyakan smartphone sudah dilengkapai banyak sensor termasuk di dalamnya accelerometer. Penggunaan sensor ini dalam ponsel Anda yang paling banyak ditemui adalah kemampuan layar ponsel untuk menampilkan secara landscape dan portrait. Kita tidak banyak tahu bahwa di luar sana berbagai penelitian menggunakan sensor ini telah banyak dilakukan.

Accelerometer adalah perangkat elektromekanis yang akan mengukur kekuatan percepatan. Kekuatan ini mungkin statis, seperti gaya konstan gravitasi yang menarik kaki Anda, atau mereka bisa menjadi dinamis disebabkan oleh pergerakan atau getaran. Percepatan yang diukur dengan accelerometer belum tentu percepatan koordinat (laju perubahan kecepatan). Sebaliknya, accelerometer melihat percepatan terkait dengan fenomena berat yang dialami oleh massa uji perangkat accelerometer. Sebagai contoh, sebuah accelerometer saat istirahat di permukaan bumi akan mengukur  percepatan = 9,81 m/s2 ke atas lurus, karena berat. Sebaliknya, accelerometers jatuh bebas atau saat istirahat di luar angkasa akan mengukur nol. Istilah lain untuk jenis percepatan yang dapat diukur accelerometers adalah percepatan g-force.

Accelerometers memiliki beberapa aplikasi dalam bidang industri dan ilmu pengetahuan. Accelerometers yang sangat sensitif adalah komponen dari sistem navigasi inersia untuk pesawat dan rudal digunakan untuk mendeteksi dan memantau getaran mesin berputar. Accelerometers digunakan dalam komputer tablet dan kamera digital sehingga gambar pada layar selalu ditampilkan tegak.

Dalam dunia komputasi, IBM dan Apple baru-baru ini mulai menggunakan akselerometer di laptop mereka untuk melindungi hard drive dari kerusakan. Jika Anda tanpa sengaja menjatuhkan laptop, accelerometer mendeteksi terjun bebas tiba-tiba, dan mematikan hard drive sehingga head tidak crash pada plate-nya. Dalam cara yang sama, accelerometers digunakan untuk mendeteksi kecelakaan mobil dan menggunakan air bag pada waktu yang tepat.

Source: Lane, N.D., Miluzzo, E., Hong Lu, Peebles, D., Choudhury, T., Campbell, A.T., A Survey of Mobile Phone Sensing, Communications Magazine, IEEE , vol.48, no.9, pp.140,150, Sept. 2010

4 thoughts on “Sensor Ponsel???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s