MULTI AGEN SISTEM

Multi Agent SystemSebuah agent kadang tidak dapat melakukan kualifikasi pekerjaan tertentu dan akan bisa seselai dilaksanakan jika agent tersebut berkolaborasi dengan agent-agent yang lain. Kolaborasi tersebut menimbulkan sebuah sistem baru dan mempunyai kelebihan dan kekurangan juka dibandingankan dengan agent yang bekerja sendiri. Sering kita melihat kerumunan semut sedang memindahkan makanan yang besarnya melebihi besar semut itu sendiri atau perekonomian di sebuah pasar, yang tidak akan menjadi sebuah sistem jika hanya ada satu pelaku ekonomi di salamnya, misalnya: pedagang.

Sebuah perekonomian di sebuah pasar akan tercipta sebuah sistem di dalamnya jika masing-masing pelaku ekonomi (agent) berinteraksi satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya, masing-masing agent mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Pedagang dan penjual misalnya. SIstem terbentuk karena kemampuan agent bekerja sama, kemampuan agent dalam memosisikan diri, dan saling negosiasi satu sama lain, seperti yang dilakukan manusia. Itu (hal di atas) menjadi basis pengetahuan dalam membangun sebuah multi agent sistem.

Penerapan sebuah sistem multi agent dapat menyeleseaikan beberapa masalah yang muncul seperti desentralisasi, kompelksnya komponen yang dipakai (tergambar pada knowledge based), perilaku yang adaptif, hubungan yang kompleks, koordinasi, dan mendadak. Pada dasarnya tak ada yang bermasalah, begitu juga dengan pembangunan sebuah team, multi agent sistem.

1. Kerasnya mendesign sistem.

Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan multi agen sistem. Setiap sistem mempunyai masalah-masalah khusus yang harus diselesaikan dimana masalah tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Permasalahannya adalah bagaimana SMA dapat mengenali karakteristik tersebut dan meyakinkan bahwa sistem tersebut cocok untuk masalah yang yang dikenali. Terbaginya SMA menjadi agen-agen cerdas membuat pembangun sistem sangat sulit dalam pembagian tugas masing-masing.

2. Memastikan bahwa agen bertidak koheren (harmonis) dalam mengambil keputusan atau tidakan.

Banyaknya agen sangat sulit untuk mengaturnya sehingga mereka bekerja secara koheren. Masing-masing mempunyai kelebihan tersendiri, permasalahannya adalah bagaimana mereka dapat menjadi sebuah sistem bekerja untuk sistem tanpa mengurangi kemampuan masing-masing dari mereka. Bagaimana agar agen dapat saling mencamputi urusan agen lain hanya masih dalam sebuah naungan sistem.

3. Pembangunan sistem.

Agen dapat mengatur dirinya sendiri, tapi bagaimana jika dia menjadi bagian dari sebuah sistem, apakah sistem tersebut dapat mengatur dirinya sendiri.

4. Agen-agen yang interaktif dan komunikatif

Misal ada sebuah sistem multi agen, sebuah robot akan sangat mungkin menjadikannya interaktif dan komunikatif dengan telekomunikasi modern. Permasalahan akan muncul, bagaimana jika sambungan telekomunikasinya menjadi buruk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s