Kertas lagi…. Kertas lagi…..

papperless
Selamat siang buku, berkas, kertas, laporan, thesis, skripsi, dsb. Kamu begitu indah untuk dilenyapkan seketika, terbakar, mengabu, dan hilang sudah. Lalu mengapa harus terhard-filekan?

Bekerja di sebuah institusi pendidikan, membuat saya menjadikan ribuan lembar kertas menjadi teman bercinta, setelah laptop. Setumpuk laporan di meja, serta banyak lagi bukti-bukti kegiatan yang harus segera dipertanggung jawabkan dengan terlebih dahulu mengertaskannya. Mungkin tak hanya saya, banyak mahasiswa yang harus berpikir bagaimana membeli laptop, kertas, printer, hanya untuk tercoret indah oleh pena sang pembimbing kemudian kembali lagi dengan hal yang sama untuk hal yang sama, sampai sarjana. Belum lagi nilai yang didapat dari ribuan mahasiswa dari kertas-kertas tugasnya, demi satu nilai akhir. Melihat ke depan memang indah, gelar yang didapat, nilai laporan yang sempurna, atau banyaknya hal yang terdapatkan dengan tanpa menengok ke belakang, bagaimana selembar kertas itu diciptakan.Menurut puthut-setiawan, sebatang pohon pinus yang sudah layak tebang dapat menghasilkan kertas berukuran 21 x 28 cm dengan jumlah kurang lebih 84.000 lembar. Jika kita menggunakan 10 lembar kertas, coba bayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk menyiapkan kertas selama 1 tahun? Untuk 100 orang? Untuk seluruh penduduk dunia? Tidak terbayangkan betapa bayaknya pohon yang harus ditebang. Bahkan ada yang menyebutkan sebanyak 27.000 batang pohon ditebang setiap hari untuk dijadikan kertas baru.

paperless-officeMencoba menggali informasi di google, dengan kata kunci paperless school, banyak review tentang kegiatan masa depan ini, ada beberapa juga yang sudah mengimplementasikan. Youtube juga banyak menyedakan video tentang hal tersebut. Sama seperti yang saya tulis, pembahasannya pun tak luput dari banyaknya biaya dan ketidak efisien nya pembelajaran. Tidak sedikit juga yang mereview penggunaan teknologi, seperti penggunaan tablet dalam kelas untuk mengakses segala data tentang keperluan kuliah.

Kita tak akan tau, seberapa luas lagi hutan kita kelak. Mari sedikit demi sedikit kita kurangi konsumsi kertas. Hampir semua mahasiswa mempunyai gadget, dari smartphone, sampai laptop yang tak ada waktu untuk offline. Pemanfaatan jaringan komputer dapat mempermudah me-manage kelas, dari mulai tugas, ujian, sampai pengumuman. Andai yang takut jika suatu saaat nanti gadget kita hilang, beberapa vendor menyedikan penyimpanan cloud, seperti dropbox, google drive, dan masih banyak lagi. Andai yang tak bisa menulis rumus, latex dengan keindahannya menyediakan fasilitas untuk itu, jika ada yang masih stuck dengan yang terjadi sekarang dan tanpa aware sedikitpun, Anda perlu belajar kepekaan anda untuk sebuah masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s