Jogja, dini hari

Berteman segelas green tea, berhadapan pula selingkar Pizza Maccinata Morbido manis
Jogja kali ini jam 2 pagi, rintik mulai menyapa bumi setelah selang berhenti
di sana, sang nona membual dengan asap di mulutnya, putih seperti linting kertas di sela jarinya
bersama kolega entah bisnis atau hanya kesenangan semata
rambut sebahu, marilyn Monroe. giat mengikis dingin dengan cangkir putih
menyisihkan penat dengan tawa kecil lirih

kulihat bangkuku, berkaki lebih tinggi dengan sandaran seumumnya
mengelilingi bulatan merah, drum minyak beroda
sang lilin mulai meredup, dalam gelas bercair hijau
dan tak lama kemudian, kau
datang berkawan pena, berteman lembar-lembar kertas
menujuku dengan redup, bertanya jelas
ternyata acungan tanganku diperhatikannya
ingin ada teman lagi di meja, cake atau semacamnya

di sudut lain, kelap-kelip police sticks lamp berujung genggaman juru parkir
sedikit letih banyak kesah, mungkin sudah jam istirahatnya
ada tambahan pakaian, bermaksud halau sang hujan
duduk menatap belasan motor, berteman asap di mulutnya

musik masih terus rinai di telinga
kadang jazz, kadang hanya instrument saja
jogja pagi ini ternikmati
menanti subuh bernyanyi

4 thoughts on “Jogja, dini hari

  1. fitria rahma berkata:

    Hehehe,, gitu ya… sy ga biasa nulis,, seneng baca2 aja tulisan2 ky gini,,, tmnku juga ad yg suka nulis kpn2 baca ya di kalaketika.wordpress.com,, see u mas,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s